Tim Perencanaan Setjen Wantannas Menghadiri Acara Sinergi Tingkatkan Kualitas Layanan
22 August 2019
Tim Perencanaan Setjen Wantannas Menghadiri Acara Sinergi Tingkatkan Kualitas Layanan

Acara ini digagas dalam rangka meningkatkan pelayanan DJA kepada K/L melalui penyampaian saran dan masukan dari K/L mengenai perbaikan layanan DJA ke depan. Hal tersebut sejalan dengan upaya DJA untuk mewujudkan birokrasi yang efisien, melayani, dan bebas korupsi. Terkait upaya bebas korupsi ini DJA telah mengimplementasikan komitmen pengendalian gratifikasi sejak tahun 2015 dan pencanangan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) sejak tahun 2018.

Seiring dengan itu, DJA juga melakukan perbaikan/perubahan kebijakan dan mekanisme perencanaan penganggaran melalui penelaahan RKAKL secara online, revisi DIPA melalui aplikasi E-Revisi, penerapan KPBU AP sebagai alternatif pembiayaan, integrasi aplikasi penelaahan online, integrasi aplikasi E-Revisi, dan aplikasi KPJM dalam aplikasi SatuANGGARAN. “Kami terus menerus berusaha meningkatkan pelayanan, salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi melalui aplikasi berbasi online”, ungkap Dwi Pudjiastuti Handayani, Direktur Anggaran Bidang Polhukhankam dan BA BUN Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) pada sambutan acara hari ke-2. Pada hari ke-1 acara dibuka oleh Purwanto, Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Pada acara ini DJA memaparkan berbagai terobosan yang dilakukan setahun terakhir ini. Selanjutnya, dibuka beberapa kesempatan untuk mendengar masukan dari peserta K/L. Moderator dengan lugas mengatur jalannya diskusi dengan selingan game Kahoot dan live musik. Beberapa masukan penting dari peserta yang menjadi perhatian DJA untuk ditindaklanjuti antara lain integrasi aplikasi SMART dengan aplikasi sejenis yang diinisiasi Bappenas dan Kemen PAN-RB, pembuatan tutorial sebagai sarana edukasi regulasi di bidang penganggaran kepada satker-satker yang ada di daerah, dll.

Upaya perbaikan yang terus dilakukan membutuhkan masukan dari berbagai pihak. Regulasi dan aplikasi yang disusun akan optimal bila terdapat sinergi antara DJA dengan seluruh jajaran K/L. Sinergi yang terus dibangun niscaya akan meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran. Dwi Pudjiastuti Handayani menyebutkan bahwa kerja sama yang baik akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penganggaran. Selanjutnya, APBN yang disusun dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menurunkan tingkat pengangguran, menurunkan jumlah masyarakat miskin, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat (wr).